StationSabungAyam.com

Sejarah Sabung Ayam Yang Beredar di Indonesia

Sejarah Sabung Ayam Yang Beredar di Indonesia

S128 – Sabung Ayam adalah sebuah permainan sebuah permainan pada jaman dulu yang dimana ada dua ayam untuk diadukan pada sebuah arena yang sudah dipersiapkan. Permainan tersebut adalah pertarungan ayam jago yang mempunyai taji pada kakinya dan kadang taji tersebut dipasang sebuah pisau yang terbuat dari besi yang tajam pada ujungnya.

Sabung ayam yang pertama diberlakukan di negara India dan asia pada tahun 1400 sebelum masehi. Catatan sejarah yang menunjukkan kalau sabung ayam digambarkan adalah sebagai jenis burung yang digunakan untuk mencegah gangguan iblis pada suatu wilayah tertentu.

Agen S128 – Dan permainan ayam sabung sendiri dinggap suci oleh agama mamu di India. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tapi adalah sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik. Meskipun pemerintah telah resmi melarang segala macam perjudian, namun keberadaannya masih ada, bahkan upaya pemberantasannya tidak jarang mendapat perlawanan.

Permainan di pulau jawa umumnya berasal dari cerita rakyat cindelaras yang memiliki ayam sakti yang di undang oleh raja jenggala yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam

Sabung Ayam Online – Dan di zaman yang modern ini banyak kita jumpai masih ada di sekitar kita tempat sabung ayam dan perjudiannya khususnya di desa wajak, tulungagug. Dimana di desa wajak permainan sabung ayam yang dulu digelar dalam rangka upacara dan ritual keagamaan, namun sekarang sudah berubah fungsi.

Permainan yang mengandung unsur kalah menang kerap dijadikan taruhan. Itu sebabnya sabung ayam masih diminati masyarakat desa wajak khusunya. Mereka beranggapan bahwa sabung ayam tersebut adalah warisan leluhur dan budaya serta harus dilestrikan. Menurut Redfield (1982) Meskipun masyarakat desa telah mengalami perubahan dan perkembangan serta evolusioner, namun kehidupan mereka masih terikat oleh habitatnya, hal ini karena adanya nilai yang dapat mengikat mereka dan mereka memliki sikap yang sangat menghargai nilai sosial yang berlaku serta kebiasaan leluhur yang berlangsung hingga sekarang.