StationSabungAyam.com

Sejarah Adat Sabung Ayam Bali

Sejarah Adat Sabung Ayam Bali

S128 Sabung Ayam adalah pertandingan yang mendarah bintang Tabuh yang membawa korban dalam rangkaian upacara keagamaan (Yadnya). Rah Tabuh diimplementasikan dengan “penyambleh”, disertarai Upakara Yadnya. Tabuh Rah dalam bentuk “war sata” adalah drsta yang berlaku di masyarakat sehingga implementasinya bisa diganti dengan “penyambleh”.

Perang Sata adalah pertengkaran ayam yang digelar dalam serangkaian upacara keagamaan (Yadnya). Dalam hal ini ayam yang digunakan adalah sawungan. Seperti yang dilakukan telung perahatan (3 partai)
Memiliki arti magis nomor tiga sebagai simbol awal tengah dan akhir. Sedangkan penyambleh menabur darah hewan kurban dengan memotong leher binatang atau menikam dengan belati.

Di era Majapahit disebut “hack sugar chicken” Penaburan dilakukan dengan nyambleh darah, war sata (telung perahatan) dilengkapi dengan keluhan ras: kemiri, telur, kelapa, Andel, Andel, sepanjang uakaranya.
Mengapa menggunakan darah ?. Ini karena darah dianggap mengadung tenaga magis, untuk memberi kekuatan spiritual. Intinya dikhususkan untuk Tabuh Rah Bhucari Bhuta, Kala dan Durga Bhucari Bhucari yang tidak terbiasa dengan Pitra dan Dewa.

Kata kala berarti energi, itu juga berarti waktu. Bhuta kala berarti energi yang muncul. Dalam philosopis dikatakan bhuta waktu adalah sesuatu yang tibul negatif karena ketidakharmonisan antara makrokosmos (Bhuana hebat) dengan mikrokosmos (Bhuana alit) yang oleh ketidakharmonisan manusia dipersonifikasikan sebagai roh jahat atau supernatural yang bisa mengganggu ketenangan hidup manusia.

Manusia memiliki hubungan dengan bhuta kala. Pengambilan daun Daalam Kanda bisa mengatakan bahwa manusia dilahirkan tidak sendiri tapi ditemani oleh empat bersaudara yang disebut kerabat catur. Saudara keempat bila diakui dan dipelihara akan memberikan kekuatan positif yang membantu kehidupan manusia. Dan jika diabaikan akan mengakibatkan kekuatan negatif yang mengganggu kehidupan manusia.

Rah Tabuh diadakan di tempat dan waktu saat upacara berlangsung oleh yajamana. Sepenuhnya pula dedamping sata yang diiringi maknanya sebagai representasi atau perwujudan yajamana keiklasan beryadnya, dan tidak termotivasi judi. Rah adalah fungsi dari deret Tabuh / deretan ritual / upacara Agama (Yadnya).
Upacara yang diiringi oleh Bhuta Yadnya sata perang adalah:

Caru Panca Kelud (Pancasanak Madurgha).
Caru Rsi Ghana.
Caru Balik sumpah.
Tawur Agung.
Tawur Labuh Gemtuh.
Tawur Pancawalikrama.
Tawur Eka Dasa Rudra.

Dalam pelaksanaan Tabuh Rah harus memiliki izin kepada pihak berwajib. Karena Tabuh Rah bukan Perjudian, Tabuh Rah adalah rangkaian upacara Hindu Bali (Yadnya). Tapi kini malah disalahpahami Tabuh Rah adalah orang yang memegang lebih dari 3 seet / 3 perkelahian.